-semuanya tentang dirimu-
Di ujung lembayung senja
Lamunan berhenti di bayangMU
Bayang yang selalu menjadi mimpi
Pada hati yang menunggu
Di gelapnya cahaya bulan
Khayalanku jatuh di diriMU
Sosok yang terus melekat dalam jiwa
Bersama rindu yang mendera
Di terbitnya sang fajar
Pikiranku masih tentangMU
Pada diri yang tertanam di relung
Yang menjadi paruhan hidup
tika mentari menyinsing hari
hati ku masih padaMU
di tapak2 titian dunia
bagi mengisi perjalanan
langkah2 di terik mentari
jiwa ku tetap padaMU
ku tenang menjejak hari
hingga senja kembali....
semuanya tentang diri MU.....
............................................
malam2 sepi...
tinggalku sendiri..
bayangan mu kasih yg menemani mimpi...
senyum dan tawa mu..
bermain di mata..
biar dalam jaga biar dlm lena...
sampai bila harus begini meredahi jalan berduri..
kasih sayang bukan gurauan..
cinta bukan hanya mainan...
berkurun dlm penantian.....
pernah kau bisik pernah kau janjikan ..
bahagai derita di tempuh bersama...
badai taufan tiba melanda asmara terlerai setia di persada duka...
bagai kaca jatuh kebatu..
begitu lah hancur hatiku..
setia ku kau persenda kan perpisahan yg kau pintakan...
hanya dlm lagu ku kirimkan pesan..
angin yg berlalu sampaikan lah salam...
tak mungkin gerhana di sepanjang usia..
bahagiakan menjelma mengusir sengsara..
tanpa cinta hidup melara...
bagai lagu tanpa irama kembalikan warna hidupku..
terangi lah kelam di jiwaku......
kususuri jejak langkahmu..
lemas aku ditasik rindu........
*****************************
takkan pernah ada damai
bersenandung
kemesraan sesungguhnya keterpaksaan cuma
senyum dan tawa hanya sekadar
sebagai pelengkap sandiwara
hela nafas teman yg kecewa
menyedari diri dah lama terleka
ingin memberi seadilnya
tanpa sedikit merasa
kiranya bakal mengundang sengsara
menjadi yg terbaik pasti nya
rupanya tak seperti di sangka
akhirnya kecewa jua
hilang sudah maruah segala
semuga jadi iktibar di sebalik cerita
jgn terlalu cepat memberi keadilan
kerana semuanya tak seindah yg di impikan.....
##############################
Bersyukurlah karena masih ada hari ini,
ketika kemarin harapan tak menjadi kenyataan,
ketika kemarin ada kecewa yg mengigit,
ketika jiwa terasa hampa ....
Berbahagialah krn masih ada hari ini untuk menjadikannya lebih baik,
berdamai dengan hati
Berpikir dengan tenang
berkeputusan dgn matang
berusaha disertai doa.....
Doa...
Usaha...
Istiqamah...
Tawakkal...
Insyaallah....kejayaan pasti milik kita....
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Antara pagi dan dini hari
Antara sore dan malam hari
disini adanya pertemuan
Damainya di saat ini
Jauh terlalu jauh berlari
Lama terlalu lama menanti
Hati kini terusik
Teras dunia
Terhenti seketika
Hanya degup jantung
Sapa mengapa
Demi mendengar ucapan
Dengan penuh keihlasan
Sesegar sesuci embun pagi
Seindah cerita dalam mimpi
Pertemuan ini seindah adalah realiti
Hargai lah setiap detik pertemuan walau dgn siapa biar di mana saja
anggap ia suatu anugerah Allah....Kerana setiap yg berlaku ada hikmah yg tidak ternilai ada titik yg amat berharga..demi membina sebuah penghidupan.....
YG penting fokus kn "mindset' kita..peka dgn persekitaran..adil kpd setiap makhluk dn insan kerana setiap mereka mempunyai hak masing2 dlm perkongsian di dunia ALLah yg sementara ini....amin3..
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
sewaktu senja melabuhkan layarnya...
aku merenung di kejauhan langit
aku perhati kelibat bulan
aku meninjau sinaran bintang
aku menoleh kezaman silam
siapa aku,darimana datang
sekarang dimana
esok kemana
meninjau kemasa hadapan
adakah masih panjang
apakah persediaan
atau masih dirancang......
akhirnya kutemui jawapan
aku perlu segera siapkan
segala yg bakal dibekalkan
segala apa yg nak ditinggalkan
sekurang2nya jd ingatan
pada setiap insan
sesuatu yg indah utk dikenangkan....
abababababababababababababababababababababababab
Walaupun langit pada malam itu
Bermandikan cahaya bintang
Bulan pun bersinar, betapa indahnya
Namun menambah kepedihan
Ku akan pergi meninggalkan dirimu
Menyusuri liku hidupku
Janganlah kau bimbang dan jangan kau ragu
Berikanlah senyuman padaku....
Selamat tinggal kasih sampai kita jumpa lagi
Aku pergi sebentar cuma
pasti saja ku akan kembali lagi
Asalkan engkau tetap menanti...
esok kita jumpa lagi.....
........................................
Sekian lama deritanya
Dia bawa bersama-sama hidup ini
Mengharung masa-masa yang pahit
Namun hatinya tak pernah kecewa
Berjuta-juta peristiwa
Yang tak mungkin lagi dapat dipisahkannya
Begitu kasihnya dibelai dan dimanja
Namun akhirnya kecewa melanda
Kini semuanya sudah berlalu sepi
Dia menangis mengenang kembali
Segala beban ditempuh tiada erti
Bagaikan debu dibawa angin
Dia berjalan penuh hampa
Namun dia terima segala-galanya
Menadahkan tangan kepada Yang Esa
Bersyukur diatas pemberianNya........
Wednesday, June 1, 2011
PUISI PILIHAN KU.....Mayang Sari
Dalam mencari sinar harapan
Termanggu diri keseorangan
Terkapai sendiri di tengah lautan
Melawan arus kehidupan
Ternampak ia dalam tiada
Bagai mentari menyuluh sinarnya
Sebalik cerahnya cahaya suria
Awan kelam hebat bermaharajalela
Bila kata sering dipersenda
Ibarat ombak mengganas di lautan gelora
Jatuh terhempas berderai kaca
Luluh hati meratap hiba
Mampukah aku kehilanganmu
Dalam mimpi pun aku tak mampu
Kerna utuhnya cintaku padamu
Sedangkan cintaku kau persiakan begitu
Tetap ku kuatkan jiwa dan raga
Agar bisa ku bertahan selagi daya
Walau aku hanya insan biasa
Namun aku juga layak untuk bahagia
Termanggu diri keseorangan
Terkapai sendiri di tengah lautan
Melawan arus kehidupan
Ternampak ia dalam tiada
Bagai mentari menyuluh sinarnya
Sebalik cerahnya cahaya suria
Awan kelam hebat bermaharajalela
Bila kata sering dipersenda
Ibarat ombak mengganas di lautan gelora
Jatuh terhempas berderai kaca
Luluh hati meratap hiba
Mampukah aku kehilanganmu
Dalam mimpi pun aku tak mampu
Kerna utuhnya cintaku padamu
Sedangkan cintaku kau persiakan begitu
Tetap ku kuatkan jiwa dan raga
Agar bisa ku bertahan selagi daya
Walau aku hanya insan biasa
Namun aku juga layak untuk bahagia
PUISI PILIHAN KU ...awiebakrie azbeck
takkan pernah ada damai
bersenandung
kemesraan sesungguhnya keterpaksaan cuma
senyum dan tawa hanya sekadar
sebagai pelengkap sandiwara
hela nafas teman yg kecewa
menyedari diri dah lama terleka
ingin memberi seadilnya
tanpa sedikit merasa
kiranya bakal mengundang sengsara
menjadi yg terbaik pasti nya
rupanya tak seperti di sangka
akhirnya kecewa jua
hilang sudah maruah segala
semuga jadi iktibar di sebalik cerita
jgn terlalu cepat memberi keadilan
kerana semuanya tak seindah yg di impikan.....
bersenandung
kemesraan sesungguhnya keterpaksaan cuma
senyum dan tawa hanya sekadar
sebagai pelengkap sandiwara
hela nafas teman yg kecewa
menyedari diri dah lama terleka
ingin memberi seadilnya
tanpa sedikit merasa
kiranya bakal mengundang sengsara
menjadi yg terbaik pasti nya
rupanya tak seperti di sangka
akhirnya kecewa jua
hilang sudah maruah segala
semuga jadi iktibar di sebalik cerita
jgn terlalu cepat memberi keadilan
kerana semuanya tak seindah yg di impikan.....
PETIKAN KEGEMARAN KU....awiebakrie azbeck
*Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning.~Albert Einstein
*Cherish all your happy moments; they make a fine cushion for old age.~Christopher Morley
*When one door of happiness closes, another opens; But often we look so long at the closed door that we do not see the one that has been opened for us.~Helen Keller
*Never take life too seriously. Nobody gets out alive anyway.
*If you cannot be a poet, be the poem.~David Carradine
*There are only two tragedies in life: one is not getting what one wants, and the other is getting it.~Oscar Wilde
*Cherish all your happy moments; they make a fine cushion for old age.~Christopher Morley
*When one door of happiness closes, another opens; But often we look so long at the closed door that we do not see the one that has been opened for us.~Helen Keller
*Never take life too seriously. Nobody gets out alive anyway.
*If you cannot be a poet, be the poem.~David Carradine
*There are only two tragedies in life: one is not getting what one wants, and the other is getting it.~Oscar Wilde
PERJALANAN KU...awiebakrie azbeck
bab satu (1)...di PeRJaLaNaN Ku
kicau ciak mendesir ketika mentari mula menyinar cahayanya..
pak ngah melangkah kesawah nk meninjau padi yg di kumpul setelah di banting semalam..
mak ngah yg sarat menunggu hari setia membancuh kopi kegemaran pak ngah nk di hidang bersama sepiring rebus ubi..
dari semalam perut sudah mula terasa senak2 seakan2 sudah tiba masanya..
tp rasanya belum lg kerana ini bukan pengalaman pertama..
sudah 6 anak yg di lahirkan nya..
tp hanya 3 yg ada manakala 3 lg meninggal semasa kecil..
yg tinggal semua dara,doanya dpt lah seorg putera kali ini..
biasanya pak ngah ke kebun menoreh getah tapi hari ini tak sedap rasa hati nak tinggalkan mak ngah seorang diri..
kerana sedang menunggu hari..
sawah cuma di belakang sahaja..
apa2 berlaku boleh dgr panggilannya..
perut mak ngah sekali sekali terasa sakit..
berselang seli dtgnya bak pesan orgtua..
kalau kerap hingga tk dpt dikira mungkin sudah tiba masanya...
matahari semakin meninggi meniti hari..
pak ngah sibuk mengemas padi dn sesekali membakar jerami...
tiba-tiba pak ngah terhenti..
sayup kedengaran suara memanggil ..
ohh..mak ngah..
mungkin ada apa2 perkara..
bingkas bangun menghayun langkah menuju kerumah..
menerpa di muka pintu,wajah mak ngah berkerut menahan sesuatu..
ya allah..kenapa ni???........
sakitnya perut tak tertahan lagi..
mak ngah menangis menahan diri
pak ngah terus berlari kerumah pek cu bee
memberitahu kejadian ini..
dtg lah pek cu bee pantas sekali
terus menerpa sambil berdoa
semuga semua nya selamat nanti...
uuweee..uweee..uwweee....
tepat jam 1150 pagi.....14/06/65 tahun masehi
lahirlah seorang ank lelaki yg akhirnya di beri nama .....
awie bakrie.............
salam hangat salam sayang.......
CORETANKU PENYAMBUNG INSPIRASI.....awiebakrie azbeck
kicau ciak mendesir ketika mentari mula menyinar cahayanya..
pak ngah melangkah kesawah nk meninjau padi yg di kumpul setelah di banting semalam..
mak ngah yg sarat menunggu hari setia membancuh kopi kegemaran pak ngah nk di hidang bersama sepiring rebus ubi..
dari semalam perut sudah mula terasa senak2 seakan2 sudah tiba masanya..
tp rasanya belum lg kerana ini bukan pengalaman pertama..
sudah 6 anak yg di lahirkan nya..
tp hanya 3 yg ada manakala 3 lg meninggal semasa kecil..
yg tinggal semua dara,doanya dpt lah seorg putera kali ini..
biasanya pak ngah ke kebun menoreh getah tapi hari ini tak sedap rasa hati nak tinggalkan mak ngah seorang diri..
kerana sedang menunggu hari..
sawah cuma di belakang sahaja..
apa2 berlaku boleh dgr panggilannya..
perut mak ngah sekali sekali terasa sakit..
berselang seli dtgnya bak pesan orgtua..
kalau kerap hingga tk dpt dikira mungkin sudah tiba masanya...
matahari semakin meninggi meniti hari..
pak ngah sibuk mengemas padi dn sesekali membakar jerami...
tiba-tiba pak ngah terhenti..
sayup kedengaran suara memanggil ..
ohh..mak ngah..
mungkin ada apa2 perkara..
bingkas bangun menghayun langkah menuju kerumah..
menerpa di muka pintu,wajah mak ngah berkerut menahan sesuatu..
ya allah..kenapa ni???........
sakitnya perut tak tertahan lagi..
mak ngah menangis menahan diri
pak ngah terus berlari kerumah pek cu bee
memberitahu kejadian ini..
dtg lah pek cu bee pantas sekali
terus menerpa sambil berdoa
semuga semua nya selamat nanti...
uuweee..uweee..uwweee....
tepat jam 1150 pagi.....14/06/65 tahun masehi
lahirlah seorang ank lelaki yg akhirnya di beri nama .....
awie bakrie.............
salam hangat salam sayang.......
CORETANKU PENYAMBUNG INSPIRASI.....awiebakrie azbeck
Tuesday, May 31, 2011
DEFINASI CINTA.....awiebakrie azbeck
1. Cinta itu KOMITMEN.
Cinta, tak boleh main-main. Cinta perlu komitmen. Bukan main campak buang semacam. Perlu dirancang dan dilaksana sebaik mungkin.
Tak bolehlah nak bergaduh, paksa-paksa dan mengabaikan tanggungjawab pada pasangan. Untuk yang dah berkahwin, nafkah wajib dipenuhi. Amanah sebagai suami isteri kena ditunaikan sebaiknya. Komited sebagai suami yang mithali, ummi yang solehah, agar dapat melahirkan anak-anak yang afiq, yang arif, yang anis, yang santun. Menjadikan rumahtangga dipenuhi mahabbah, mawaddah dan sakinah
2. Cinta itu intuitive: NALURI.
Cinta itu sifatnya naluri. Apa tu orang kata, "cinta itu di hati". Bercinta yang hangat bila kita dapat merasai apa yang dirasai oleh orang yang kita sayang.
Jika taknak disakiti, kita tak menyakitkan hati orang lain. Jika nak disayang, kita akan memberi kasih sayang seluhurnya. Jika ada rasa bimbang, seringnya kita akan dapat merasa. Macam cinta ibu pada anak-anak. Sering mereka dapat rasa apa yang anak-anak mereka buat, yang baik atau tak baik untuk anak-anak, kan?
3. Cinta itu sebahagian nature: FITRAH
Cinta itu fitrah. Betul. Bila Nabi Adam dicipta, baginda rasa kesunyian. Allah ciptakan Hawa sebagai peneman. Rasa ingin disayanagi dan menyayangi tu fitrah manusia. Yang perempuan minat pada seorang lelaki. Ada lelaki jatuh cinta pada seorang wanita. Cinta itu benar dan suci.
4. Cinta sering terletak di puncak: TOP
Bila ada rasa cinta, kita akan sama-sama bekerjasama, saling mengasihi. Itulah nilai yang mengikat kita semua untuk terus bersatu. Sekuat cinta Tuhan yang memberikan pelbagai nikmat hidup, cinta itu di puncak kehidupan.
5. Cinta itu sifatnya ALTRUISTIC.
Apa tu?? Aa, altruistik maknanya melebihkan orang lain dari diri sendiri. Dalam lughah disebut al-itsar. Wah, erti pengorbanan di sini. Bak kata Ustaz Hasrizal, makna hidup pada memberi. Bila cinta, kita sanggup berkorban untuk yang kita cinta dan kasihi.
Bila ada niat untuk membahagiakan yang lain, maka kita akan usahakan yang terbaik untuk memenuhi kehidupannya dengan bahagia dan sempurna. bila kita tolong orang, Allah akan membantu kita, menambah nikmat untuk kita. Indahnya.....
Cinta, tak boleh main-main. Cinta perlu komitmen. Bukan main campak buang semacam. Perlu dirancang dan dilaksana sebaik mungkin.
Tak bolehlah nak bergaduh, paksa-paksa dan mengabaikan tanggungjawab pada pasangan. Untuk yang dah berkahwin, nafkah wajib dipenuhi. Amanah sebagai suami isteri kena ditunaikan sebaiknya. Komited sebagai suami yang mithali, ummi yang solehah, agar dapat melahirkan anak-anak yang afiq, yang arif, yang anis, yang santun. Menjadikan rumahtangga dipenuhi mahabbah, mawaddah dan sakinah
2. Cinta itu intuitive: NALURI.
Cinta itu sifatnya naluri. Apa tu orang kata, "cinta itu di hati". Bercinta yang hangat bila kita dapat merasai apa yang dirasai oleh orang yang kita sayang.
Jika taknak disakiti, kita tak menyakitkan hati orang lain. Jika nak disayang, kita akan memberi kasih sayang seluhurnya. Jika ada rasa bimbang, seringnya kita akan dapat merasa. Macam cinta ibu pada anak-anak. Sering mereka dapat rasa apa yang anak-anak mereka buat, yang baik atau tak baik untuk anak-anak, kan?
3. Cinta itu sebahagian nature: FITRAH
Cinta itu fitrah. Betul. Bila Nabi Adam dicipta, baginda rasa kesunyian. Allah ciptakan Hawa sebagai peneman. Rasa ingin disayanagi dan menyayangi tu fitrah manusia. Yang perempuan minat pada seorang lelaki. Ada lelaki jatuh cinta pada seorang wanita. Cinta itu benar dan suci.
4. Cinta sering terletak di puncak: TOP
Bila ada rasa cinta, kita akan sama-sama bekerjasama, saling mengasihi. Itulah nilai yang mengikat kita semua untuk terus bersatu. Sekuat cinta Tuhan yang memberikan pelbagai nikmat hidup, cinta itu di puncak kehidupan.
5. Cinta itu sifatnya ALTRUISTIC.
Apa tu?? Aa, altruistik maknanya melebihkan orang lain dari diri sendiri. Dalam lughah disebut al-itsar. Wah, erti pengorbanan di sini. Bak kata Ustaz Hasrizal, makna hidup pada memberi. Bila cinta, kita sanggup berkorban untuk yang kita cinta dan kasihi.
Bila ada niat untuk membahagiakan yang lain, maka kita akan usahakan yang terbaik untuk memenuhi kehidupannya dengan bahagia dan sempurna. bila kita tolong orang, Allah akan membantu kita, menambah nikmat untuk kita. Indahnya.....
ISTIQAMAH koleksi awiebakrie azbeck
MAKSUD ISTIQAMAH
“Fastaqim kama umirta“,ayat ini telah mengubah fizikal Nabi SAW. Baginda jadi beruban dan tua, atas bebanan ayat itu.
Istiqamah… konsisten dan teguh berdiri di jalan taat, bagi yang faham akan besarnya beban untuk kekal konsisten, akan menjejak kesannya ke atas Baginda SAW. “Aku telah diubankan (dituakan) oleh Surah Hud…”, kata Baginda SAW dalam sepotong hadith yang direkod dari Ibn Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.
Begitu sekali sukarnya untuk konsisten?
Tentu sahaja. Iman dipahat pada hati bernama QALBUN, iaitu sesuatu yang sifatnya berbolak balik. Siang beriman, malam kufur, pagi memperjuangan kebenaran, malam menjadi juara kebatilan. Hidup memperjuangkan kebaikan, mati di atas jalan kejahatan. Allah…!
Lantas memikirkan tentang Istiqamah… Baginda SAW jadi beruban… berubah fizikal dan penampilannya.
Soalnya apakah maksud istiqamah itu? Jika ia dilihat pada struktur Bahasa Arabnya, ia bermaksud terus diminta berdiri. Sesuai jugalah dengan Bahasa Melayunya yang boleh difahamkan sebagai sentiasa teguh berdiri. Atau jika di dalam Bahasa Inggerisnya, boleh juga difahamkan sebagai standing up consistently. Ada dua unsur penting pada definisi permulaan ini, iaitu berterusan dan kekal di dalam suatu keadaan, dan unsur keduanya pula ialah berdiri.. iaitu kondisi diri yang aktif lagi dinamik. Berterusan dalam keadaan sedar dan aktif terhadap suatu pegangan dan mahu pun amalan.
Banyak ayat al-Quran yang menjelaskan maksud istiqamah (Fussilat : 30-32, Al-Ahqaf : 13-14), begitu juga dengan hadith Nabi SAW. Antaranya:
Daripada Abi ‘Amrah Sufyan bin Abdillah r.a. katanya: Aku bertanya: Ya Rasulallah, ajarlah kepadaku berkenaan Islam, perkataan yang tidak perlu aku bertanya seseorang pun selain daripadamu. Sabda Nabi SAW: Katakanlah “Aku beriman dengan Allah”, kemudian istiqamah! (Imam Muslim, al-Baihaqi dalam al-Sunan 1/76, Ahmad dalam Musnadnya 5/371, dan al-Daraqutni dalam al-Sunan 3/45
Namun keseluruhan makna yang dicadangkan tentang Istiqamah, ia menjurus kepada terus menerus (konsisten) berpegang secara aktif terhadap keseluruhan kehendak Syara’.
ISTIQAMAH MENURUT SURAH HUD
“Beruban rambut Nabi SAW?”, ulang seorang sahabat semasa mendengar penjelasan saya tentang ayat ini.
“Ya… bukanlah seperti kita hari ini yang kelihatan tua kerana putus cinta, atau dikejar Ah Long”, saya bergurau.
Oleh kerana besar sekali inti Istiqamah, maka Allah SWT tidak membiarkan tuntutannya berlegar tanpa panduan. Oleh kerana Surah Hud itu yang telah begitu mempengaruhi reaksi Nabi SAW kepada perintah Istiqamah, maka marilah kita sama-sama melihat bagaimana Surah Hud sendiri memperincikan rukun Istiqamah.
“Janganlah kamu melampau”
Konsisten terjejas apabila manusia melampau. Kerana lazimnya melampau itu natijah emosi. Emosi penting untuk membakar motif perlakuan, tetapi lazim juga bakarannya hilang kawalan.
Inilah perintah SATU dari Allah SWT sebagai kriteria pertama manusia yang beristiqamah. Jangan melampau. Keterangan-keterangan al-Quran sering menyertakan perbuatan melampau ini dengan fasad. Melampau punca kerosakan. Sifat melampau (taghut) itu dirujukkan kepada kaum ‘Aad dan Thamud, Firaun dan Qarun, bahawa melampau mereka itulah yang mengundang kerosakan dan kebencanaan.
Bukan hanya pada soal moral dan akhlaq, malah hukum Allah pada alam juga begitu. Melampau pada makan minum, binasa badan, melampau pada meratah alam, kehidupan manusia binasa. Sifirnya mudah, melampau itu membunuh keseimbangan. Ia tidak mesra alam, kerana itu ia dicela Pemilik alam.
Melampau itu zalim, kerana ia meletakkan pemikiran dan tindakan di luar neraca agama yang ditentukan Allah. Lantas kezaliman itu juga harus dihindarkan sejajar dengan rukun kedua Istiqamah, iaitu jangan pula cenderung kepada golongan yang zalim. Jangan zalim, dan jangan cenderung kepada si zalim.
“Janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim”
Hasan al-Basri pernah menyebut, “telah dijadikan agama itu di antara DUA JANGAN. Jangan melampau, dan jangan cenderung kepada orang-orang yang zalim”
Kecenderungan pertama yang menghapuskan Istiqamah dan konsistensi, ialah pada kecenderungan hati dan emosi kepada manusia yang berlaku zalim. Hatinya tidak menolak, malah cenderung pula dengan jiwa dan perasan, atas sebab yang pelbagai. Rasa terhutang budi, lemah pendirian, semua itu boleh sahaja menjadi puncanya.
Manakala kecenderungan kedua pula, ialah berbalik kepada makna perkataan RUKUN yang digunakan di dalam ayat itu tadi. Rukun itu adalah tempat bersandarnya sesuatu, sebagaimana struktur rumah bergantung kepada tiang yang disebut RUKUN. Maka mereka yang cenderung kepada manusia zalim itu, antaranya ialah manusia yang bergantung kepada si zalim.
Bergantung kepadanya untuk makan minum. Bergantung kepadanya untuk mengekalkan posisi. Atau apa sahaja kebergantungan yang berbalik kepada penggadaian prinsip itu tadi.
Sufyan al-Thauri pernah ditanya oleh seseorang, “aku bekerja sebagai penjahit untuk si zalim itu. Apakah aku termasuk di dalam golongan orang cenderung kepada si zalim? (merujuk ayat surah Hud ini)”.
Sufyan al-Thauri menjawab, “tidak! Bahkan engkau termasuk di dalam golongan manusia yang zalim. Ada pun mereka yang cenderung kepada si zalim (yang disebutkan oleh surah Hud itu) ialah mereka yang menjual jarum kepadamu untuk kamu menjahit!”
Begitu sekali kerasnya amaran Sufyan al-Thauri kepada lelaki berkenaan.
Dalam sistem yang meletakkan seorang ulama itu lebih tinggi dari kabinet menteri dan Sultan, sejahteralah untuk beliau berada di dalam sistem, berperanan memimpin, memandu dan menegur perjalanan sebuah pemerintahan.
Ulama yang berani berkata benar di hadapan pemerintah, dan pemerintah yang sentiasa bersedia mendengar nasihat ulama. Maka wujudlah keseimbangan di situ. Keseimbangan yang melakar Istiqamah.
“Fastaqim kama umirta“,ayat ini telah mengubah fizikal Nabi SAW. Baginda jadi beruban dan tua, atas bebanan ayat itu.
Istiqamah… konsisten dan teguh berdiri di jalan taat, bagi yang faham akan besarnya beban untuk kekal konsisten, akan menjejak kesannya ke atas Baginda SAW. “Aku telah diubankan (dituakan) oleh Surah Hud…”, kata Baginda SAW dalam sepotong hadith yang direkod dari Ibn Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.
Begitu sekali sukarnya untuk konsisten?
Tentu sahaja. Iman dipahat pada hati bernama QALBUN, iaitu sesuatu yang sifatnya berbolak balik. Siang beriman, malam kufur, pagi memperjuangan kebenaran, malam menjadi juara kebatilan. Hidup memperjuangkan kebaikan, mati di atas jalan kejahatan. Allah…!
Lantas memikirkan tentang Istiqamah… Baginda SAW jadi beruban… berubah fizikal dan penampilannya.
Soalnya apakah maksud istiqamah itu? Jika ia dilihat pada struktur Bahasa Arabnya, ia bermaksud terus diminta berdiri. Sesuai jugalah dengan Bahasa Melayunya yang boleh difahamkan sebagai sentiasa teguh berdiri. Atau jika di dalam Bahasa Inggerisnya, boleh juga difahamkan sebagai standing up consistently. Ada dua unsur penting pada definisi permulaan ini, iaitu berterusan dan kekal di dalam suatu keadaan, dan unsur keduanya pula ialah berdiri.. iaitu kondisi diri yang aktif lagi dinamik. Berterusan dalam keadaan sedar dan aktif terhadap suatu pegangan dan mahu pun amalan.
Banyak ayat al-Quran yang menjelaskan maksud istiqamah (Fussilat : 30-32, Al-Ahqaf : 13-14), begitu juga dengan hadith Nabi SAW. Antaranya:
Daripada Abi ‘Amrah Sufyan bin Abdillah r.a. katanya: Aku bertanya: Ya Rasulallah, ajarlah kepadaku berkenaan Islam, perkataan yang tidak perlu aku bertanya seseorang pun selain daripadamu. Sabda Nabi SAW: Katakanlah “Aku beriman dengan Allah”, kemudian istiqamah! (Imam Muslim, al-Baihaqi dalam al-Sunan 1/76, Ahmad dalam Musnadnya 5/371, dan al-Daraqutni dalam al-Sunan 3/45
Namun keseluruhan makna yang dicadangkan tentang Istiqamah, ia menjurus kepada terus menerus (konsisten) berpegang secara aktif terhadap keseluruhan kehendak Syara’.
ISTIQAMAH MENURUT SURAH HUD
“Beruban rambut Nabi SAW?”, ulang seorang sahabat semasa mendengar penjelasan saya tentang ayat ini.
“Ya… bukanlah seperti kita hari ini yang kelihatan tua kerana putus cinta, atau dikejar Ah Long”, saya bergurau.
Oleh kerana besar sekali inti Istiqamah, maka Allah SWT tidak membiarkan tuntutannya berlegar tanpa panduan. Oleh kerana Surah Hud itu yang telah begitu mempengaruhi reaksi Nabi SAW kepada perintah Istiqamah, maka marilah kita sama-sama melihat bagaimana Surah Hud sendiri memperincikan rukun Istiqamah.
“Janganlah kamu melampau”
Konsisten terjejas apabila manusia melampau. Kerana lazimnya melampau itu natijah emosi. Emosi penting untuk membakar motif perlakuan, tetapi lazim juga bakarannya hilang kawalan.
Inilah perintah SATU dari Allah SWT sebagai kriteria pertama manusia yang beristiqamah. Jangan melampau. Keterangan-keterangan al-Quran sering menyertakan perbuatan melampau ini dengan fasad. Melampau punca kerosakan. Sifat melampau (taghut) itu dirujukkan kepada kaum ‘Aad dan Thamud, Firaun dan Qarun, bahawa melampau mereka itulah yang mengundang kerosakan dan kebencanaan.
Bukan hanya pada soal moral dan akhlaq, malah hukum Allah pada alam juga begitu. Melampau pada makan minum, binasa badan, melampau pada meratah alam, kehidupan manusia binasa. Sifirnya mudah, melampau itu membunuh keseimbangan. Ia tidak mesra alam, kerana itu ia dicela Pemilik alam.
Melampau itu zalim, kerana ia meletakkan pemikiran dan tindakan di luar neraca agama yang ditentukan Allah. Lantas kezaliman itu juga harus dihindarkan sejajar dengan rukun kedua Istiqamah, iaitu jangan pula cenderung kepada golongan yang zalim. Jangan zalim, dan jangan cenderung kepada si zalim.
“Janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim”
Hasan al-Basri pernah menyebut, “telah dijadikan agama itu di antara DUA JANGAN. Jangan melampau, dan jangan cenderung kepada orang-orang yang zalim”
Kecenderungan pertama yang menghapuskan Istiqamah dan konsistensi, ialah pada kecenderungan hati dan emosi kepada manusia yang berlaku zalim. Hatinya tidak menolak, malah cenderung pula dengan jiwa dan perasan, atas sebab yang pelbagai. Rasa terhutang budi, lemah pendirian, semua itu boleh sahaja menjadi puncanya.
Manakala kecenderungan kedua pula, ialah berbalik kepada makna perkataan RUKUN yang digunakan di dalam ayat itu tadi. Rukun itu adalah tempat bersandarnya sesuatu, sebagaimana struktur rumah bergantung kepada tiang yang disebut RUKUN. Maka mereka yang cenderung kepada manusia zalim itu, antaranya ialah manusia yang bergantung kepada si zalim.
Bergantung kepadanya untuk makan minum. Bergantung kepadanya untuk mengekalkan posisi. Atau apa sahaja kebergantungan yang berbalik kepada penggadaian prinsip itu tadi.
Sufyan al-Thauri pernah ditanya oleh seseorang, “aku bekerja sebagai penjahit untuk si zalim itu. Apakah aku termasuk di dalam golongan orang cenderung kepada si zalim? (merujuk ayat surah Hud ini)”.
Sufyan al-Thauri menjawab, “tidak! Bahkan engkau termasuk di dalam golongan manusia yang zalim. Ada pun mereka yang cenderung kepada si zalim (yang disebutkan oleh surah Hud itu) ialah mereka yang menjual jarum kepadamu untuk kamu menjahit!”
Begitu sekali kerasnya amaran Sufyan al-Thauri kepada lelaki berkenaan.
Dalam sistem yang meletakkan seorang ulama itu lebih tinggi dari kabinet menteri dan Sultan, sejahteralah untuk beliau berada di dalam sistem, berperanan memimpin, memandu dan menegur perjalanan sebuah pemerintahan.
Ulama yang berani berkata benar di hadapan pemerintah, dan pemerintah yang sentiasa bersedia mendengar nasihat ulama. Maka wujudlah keseimbangan di situ. Keseimbangan yang melakar Istiqamah.
Subscribe to:
Posts (Atom)